Anjing Corgi, dengan kaki pendeknya yang ikonik dan bagian belakang yang “fluffy”, telah menjadi sensasi internet global. Namun, di balik popularitasnya sebagai anjing kesayangan mendiang Ratu Elizabeth II, terdapat narasi yang sering kali keliru: bahwa Corgi hanyalah “anjing pangkuan” yang manja.
Jika Anda berencana memelihara Corgi (baik jenis Pembroke Welsh maupun Cardigan Welsh), artikel ini akan membedah mengapa anjing ini sebenarnya adalah “pekerja keras dalam tubuh mungil” dan apa yang harus Anda persiapkan secara medis dan finansial.
1. Genetika Sang Gembala: Mengapa Kaki Mereka Pendek?
Banyak orang mengira kaki pendek Corgi adalah hasil rekayasa estetika. Padahal, menurut data dari American Kennel Club (AKC), Corgi dibiakkan khusus untuk menjadi anjing gembala sapi. Kaki pendek mereka adalah adaptasi evolusioner yang cerdas: mereka cukup rendah untuk menghindari tendangan kaki sapi saat menggiring ternak dengan cara menggigit tumit hewan ternak tersebut.
Sudut Pandang Unik: Memelihara Corgi di apartemen tanpa stimulasi mental sama saja dengan membiarkan atlet lari maraton terjebak di dalam lift. Mereka memiliki insting nipping (menggigit tumit) yang kuat, yang sering kali salah diartikan sebagai agresivitas, padahal itu adalah insting gembala murni yang terbawa sejak ratusan tahun lalu.
2. Pembroke vs. Cardigan: Jangan Sampai Tertukar
Meskipun sekilas mirip, keduanya adalah ras yang berbeda secara genetik dan sejarah. Berdasarkan standar ras AKC, berikut perbedaannya:
- Pembroke Welsh Corgi: Lebih populer, telinga lebih runcing, dan biasanya lahir tanpa ekor (atau memiliki ekor yang sangat pendek).
- Cardigan Welsh Corgi: Sering disebut sebagai “Corgi dengan ekor,” memiliki telinga lebih bulat, dan struktur tulang yang sedikit lebih berat serta variasi warna bulu yang lebih beragam.
3. Ancaman Tersembunyi: Masalah Tulang Belakang (IVDD)
Ini adalah poin yang jarang dibahas secara mendalam oleh artikel lifestyle. Karena tubuhnya yang panjang dan kakinya yang pendek (kondisi yang disebut chondrodysplasia), Corgi sangat rentan terhadap Intervertebral Disc Disease (IVDD).
Menurut panduan medis dari VCA Animal Hospitals, obesitas sedikit saja pada Corgi bisa berakibat fatal bagi kesehatan tulang punggung mereka. Pemilik harus berkomitmen untuk:
- Melarang Corgi melompat dari sofa atau tempat tidur tinggi tanpa bantuan tangga khusus anjing.
- Menjaga diet ketat karena Corgi adalah anjing yang sangat food-driven (mudah lapar dan rakus).
4. Biaya Tersembunyi: Perawatan Bulu (Shedding)
Jangan tertipu oleh ukurannya yang kecil. Corgi memiliki double coat tebal yang berarti mereka berganti bulu (shedding) sepanjang tahun. Berdasarkan studi tentang jenis bulu anjing, Corgi mengalami fase rontok hebat setidaknya dua kali setahun saat pergantian musim. Investasi pada vacuum cleaner berkualitas tinggi dan sisir deshedding adalah syarat mutlak sebelum Anda memutuskan untuk mengadopsi ras ini.
5. Mengapa Corgi Bukan untuk Semua Orang?
Dalam buku legendaris The Intelligence of Dogs oleh Stanley Coren, Corgi menempati peringkat tinggi dalam hal kecerdasan kerja dan kepatuhan. Namun, kecerdasan ini sering kali menjelma menjadi sifat keras kepala (stubbornness).
Mereka dikenal sangat vokal dan akan menggonggong pada suara sekecil apa pun untuk memberi tahu pemiliknya. Jika Anda tinggal di lingkungan yang sangat tenang atau apartemen dengan dinding tipis, sifat waspada ini memerlukan pelatihan sosialisasi sejak dini agar tidak menjadi gangguan bagi tetangga.
Memelihara anjing Corgi adalah tentang mencintai kepribadian “besar” dalam kemasan kecil. Mereka adalah teman yang setia, lucu, dan protektif. Namun, pastikan Anda siap dengan bulu yang rontok, suara gonggongan yang lantang, dan komitmen kesehatan tulang belakang yang serius demi kesejahteraan mereka.
Sumber Referensi:






