Halo Sobat PyuPyu! Mendampingi anjing kesayangan melewati masa kehamilan hingga melahirkan adalah pengalaman yang mendebarkan sekaligus membahagiakan. Bagi para pemilik (Paw Parents), memahami apa yang terjadi di dalam tubuh anjing dan mengenali tanda-tanda persalinan sangatlah penting demi keselamatan induk dan anak-anaknya (puppies).
Agar tidak bingung, MinPyu ingin menginformasikan bahwa rata-rata masa kehamilan anjing berlangsung sekitar 63 hari (9 minggu). Namun, kelahiran yang terjadi antara hari ke-58 hingga 68 masih dikategorikan normal.
Berikut adalah rincian fase kehamilan dari awal hingga tanda-tanda kelahiran dimulai.
Fase Kehamilan (Minggu demi Minggu)
Bulan Pertama: Periode Awal (Minggu 1 – 4)
Pada fase ini, perubahan fisik mungkin belum terlihat jelas pada perut anjing, namun aktivitas di dalam rahim sudah sangat intens, Sobat PyuPyu.
- Minggu 1-2 (Pembuahan): Setelah proses perkawinan, sel telur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim. Pada tahap ini, biasanya anjing Anda masih tampak tenang dan belum menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.
- Minggu 3 (Implantasi): Embrio mulai menempel pada dinding rahim. Ini adalah masa-masa yang sangat krusial dalam perkembangan janin.
- Minggu 4 (Detak Jantung): Janin mulai terbentuk, di mana mata dan tulang punggung mulai berkembang.
- Gejala Fisik: Beberapa anjing mungkin mengalami morning sickness ringan seperti muntah atau penurunan nafsu makan akibat perubahan hormon. Puting susu juga mungkin mulai membesar dan berwarna merah muda (pinking up).
- Saran MinPyu: Sebaiknya jangan terburu-buru mengubah porsi makan secara drastis, yang terpenting adalah keseimbangan gizinya. Disarankan untuk berkonsultasi ke dokter hewan guna menjadwalkan USG (biasanya dapat dilakukan mulai hari ke-25 atau 28).
Bulan Kedua: Pertumbuhan Pesat (Minggu 5 – 7)
Memasuki bulan kedua, perkembangan janin di dalam kandungan berlangsung semakin pesat.
- Minggu 5 (Pembentukan Organ): Kaki, jari, dan organ tubuh janin sudah mulai lengkap. Berat badan calon induk pun mulai mengalami kenaikan yang signifikan.
- Minggu 6-7 (Membesar): Perut anjing akan terlihat semakin membesar dan mengeras. Puting susu juga akan tampak lebih gelap dan membesar.
- Gejala Perilaku: Nafsu makan induk biasanya akan meningkat karena membutuhkan energi lebih banyak untuk perkembangan bayi-bayinya.
- Saran MinPyu: Mulailah mengganti makanannya ke Puppy Food (makanan anak anjing) yang berkualitas. Mengapa? Karena jenis makanan ini memiliki kalori dan kalsium yang lebih tinggi untuk persiapan menyusui. Berikan makan dalam porsi kecil namun sering untuk menghindari rasa tidak nyaman pada perut.
Bulan Ketiga: Persiapan Lahir (Minggu 8 – 9)
Anak anjing telah terbentuk sempurna dan kini hanya menunggu waktu yang tepat untuk lahir.
- Minggu 8 (Rambut Tumbuh): Janin sudah memiliki bulu. Jika Sobat PyuPyu menyentuh perut induknya, terkadang gerakan janin sudah bisa dirasakan.
- Minggu 9 (Siap Lahir): Induk anjing akan mulai terlihat gelisah. Terkadang, air susu (kolostrum) sudah mulai menetes sedikit dari putingnya.
Ciri-Ciri Anjing Akan Melahirkan (Tanda H-24 Jam)
Ketika usia kehamilan memasuki hari ke-60 ke atas, Sobat PyuPyu disarankan untuk mulai waspada. Berikut adalah tanda-tanda spesifik bahwa kelahiran akan terjadi dalam 12 hingga 24 jam ke depan:
1. Penurunan Suhu Tubuh (Indikator Paling Akurat)
Suhu tubuh normal anjing biasanya berkisar antara 38°C – 39°C.
- Tandanya: Sekitar 12-24 jam sebelum melahirkan, suhu tubuh anjing akan turun drastis menjadi sekitar 36,5°C – 37°C.
Kata Ahli & Fakta Medis: Menurut American Kennel Club (AKC), memantau suhu tubuh adalah salah satu cara paling akurat untuk memprediksi persalinan: “Suhu tubuh anjing akan turun di bawah 37°C dalam waktu 24 jam sebelum melahirkan. Ini adalah tanda peringatan dini yang sangat bisa diandalkan bagi pemilik.”
Hal ini dikonfirmasi secara medis oleh Merck Veterinary Manual, referensi standar dokter hewan dunia: “Penurunan suhu rektal hingga kisaran 36.7°C – 37.8°C terjadi pada sebagian besar anjing sekitar 8–24 jam sebelum melahirkan, akibat penurunan hormon progesteron yang memicu persalinan.”
- Saran MinPyu: Mulailah rutin mengukur suhu rektal anjing Anda dua kali sehari pada minggu terakhir kehamilan untuk mengetahui pola suhu normalnya.
2. Perilaku Nesting (Membuat Sarang)
Induk anjing secara naluriah akan mencari tempat yang aman, gelap, dan tenang untuk melahirkan.
- Tandanya: Anjing tampak menggaruk lantai, menata ulang selimut atau handuk, serta mencoba bersembunyi di kolong meja atau lemari.
- Saran MinPyu: Siapkan whelping box (kotak melahirkan) yang telah dialasi koran atau kain bersih di area yang tenang sejak seminggu sebelumnya, agar anjing merasa nyaman dan terbiasa.
3. Kegelisahan dan Perubahan Perilaku
- Tandanya: Anjing akan terlihat cemas, berjalan mondar-mandir, sulit tidur, dan sering melihat ke arah perut bagian belakang.
Kata Dokter Hewan: Seperti yang dijelaskan oleh drh. Jepriadi Kertawinata, “Anjing yang mau melahirkan akan terlihat gelisah, merintis, mengerang, dan berusaha mencari tempat nyaman untuk melahirkan. Kontraksi biasanya terlihat seperti gerakan bergelombang di sepanjang perut anjing.”
- Mood: Beberapa anjing mungkin menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal pemiliknya, namun ada pula yang justru menarik diri dan ingin menyendiri. Penting untuk memahami kebutuhan emosional mereka saat ini.
4. Perubahan Fisik dan Nafsu Makan
- Menolak Makan: Sering kali, 24 jam sebelum melahirkan, anjing akan kehilangan nafsu makan sepenuhnya.
- Muntah: Terkadang anjing akan muntah akibat tekanan rahim yang membesar pada lambung.
- Vulva Membesar: Area kelamin akan terlihat bengkak dan melunak, sering kali disertai keluarnya lendir bening (tanda jalan lahir mulai terbuka).
5. Menggigil dan Terengah-engah (Panting)
Meskipun berada di ruangan sejuk, anjing mungkin akan terengah-engah (bernapas cepat dengan mulut terbuka) dan terlihat menggigil. Ini adalah respons fisiologis normal karena rahim mulai berkontraksi, bukan karena kedinginan atau kepanasan.
Tahapan Proses Melahirkan
Proses melahirkan terbagi menjadi tiga tahap utama:
- Tahap Pembukaan (6-12 jam): Jalan lahir mulai terbuka. Anjing akan tampak gelisah dan terengah-engah, namun belum terlihat mengejan dengan kuat.
- Tahap Pengeluaran Bayi: Pada tahap ini, kontraksi perut akan terlihat jelas (mengejan). Air ketuban pecah, diikuti dengan lahirnya anak anjing satu per satu. Kelahiran dengan posisi kepala atau kaki terlebih dahulu dianggap normal pada anjing.
- Tahap Pengeluaran Plasenta: Setelah bayi lahir, biasanya akan diikuti oleh keluarnya plasenta (ari-ari). Secara naluriah, induk akan memakan plasenta ini. Biarkan secukupnya, namun jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan diare.
Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan? (Tanda Bahaya)
Segera bawa anjing Anda ke klinik hewan jika terjadi kondisi berikut:
- Masa kehamilan sudah melebihi 68-70 hari namun belum ada tanda kelahiran.
- Kontraksi kuat berlangsung selama 30 menit terus-menerus tanpa ada anak anjing yang keluar.
Peringatan Medis: Organisasi dokter hewan PDSA (People’s Dispensary for Sick Animals) menekankan aturan waktu ini: “Hubungi dokter hewan segera jika anjing Anda telah mengejan kuat selama 20-30 menit tanpa menghasilkan anak anjing—penundaan bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati.”
- Jeda antara kelahiran anak anjing lebih dari 2 jam, padahal Anda yakin masih ada janin di dalam kandungan.
- Keluar cairan berwarna hijau tua atau hitam SEBELUM anak anjing pertama lahir (ini tanda bahaya, indikasi plasenta terlepas dini).
- Induk terlihat sangat lemah, gusi pucat, atau pingsan.
Semoga proses kelahiran anjing kesayangan Anda berjalan lancar! Pastikan Anda telah menyimpan nomor telepon dokter hewan darurat sebagai langkah antisipasi.






